Korban yang mengalami keracunan, di antaranya 22 pasien dengan gejala ringan. Mereka diobati di puskesmas hingga masing-masing rumah pasien. Kemudian, 14 pasien rawat inap di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerjunkan tim untuk membantu warga yang mengalami keracunan hewan kurban di wilayah Kalilom Lor Indah Gg. Seruni II, RT 12 RW 10 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran Surabaya. Selain memastikan penanganan secara medis, Pemkot juga melakukan langkah preventif berupa sosialisasi cara memasak hewan kurban.
Wali Kota Eri menerangkan, pihaknya telah meminta petugas puskesmas untuk turun. Selain memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan secara maksimal, petugas juga akan menyisir perkampungan.
Warga di perkampungan yang tak ke puskesmas namun sempat ikut dalam acara makan bersama dipastikan kesehatannya tak terganggu. "Kita sudah lakukan. Di puskesmas, rumah sakit. Kita turun semua," kata Cak Eri di Surabaya, Minggu (2/7/2023).
Selain memberikan penanganan medis, Pemkot juga sosialisasi cara pengolahan makanan. Pihaknya juga akan melibatkan tenaga kesehatan atau pun ahli gizi agar kejadian keracunan tak terulang.
"Kita sosialisasi cara masak. Misalnya, jangan dicampur daging sapi dan kambing (dalam satu masakan). Juga dijaga kebersihannya dan sebagainya," katanya.
Langkah lainnya, Pemkot juga menyiapkan hotline. Sehingga, warga bisa lebih cepat mendapatkan penanganan apabila dibutuhkan. "Kami buka hotline di puskesmas sehingga nggak ada keterlambatan penanganan," katanya.
Untuk diketahui, sebanyak 71 orang di Surabaya mengalami keracunan usai santap bersama hewan kurban. Masing-masing kurban selanjutnya mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Puluhan warga yang keracunan tersebut tinggal di wilayah Kalilom Lor Indah Gg. Seruni II, RT 12 RW 10 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran Surabaya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
Pada Kamis, (29/6/2023) pagi, warga menyembelih hewan kurban berupa kambing. Kemudian, warga menggelar kegiatan makan bersama pada pukul 19.00 WIB.
Bagi warga, kegiatan tersebut rutin digelar tahunan. Tak lama berselang, Jumat pagi menjelang subuh (30/6/2023) muncul keluhan warga.
"Warga menunjukkan ada keluhan mual muntah, diare, badan panas disertai pusing setelah menyantap makanan yang disajikan secara massal pada Kamis (29/6/2023) lalu,” kata Nanik di Surabaya, Minggu (2/7/2023).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya langsung bergerak cepat dalam memberikan penanganan medis. Sebagian warga ada yang langsung berobat secara mandiri.
Korban yang mengalami keracunan, di antaranya 22 pasien dengan gejala ringan. Mereka diobati di puskesmas hingga masing-masing rumah pasien. Kemudian, 14 pasien rawat inap di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya.
Selanjutnya, 23 pasien yang melakukan berobat jalan di faskes selain Puskesmas Tanah Kali Kedinding. Namun, tetap mendapatkan pemantauan intensif oleh Puskesmas.
Sebanyak 12 pasien lainnya dirujuk ke rumah sakit dan Puskesmas Ranap (rawat inap) terdekat di sekitar wilayah Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya. Di antaranya, 3 pasien dirawat di RS Unair, 4 pasien dirawat di RSUD Dr. Soewandhie, dan 1 pasien dirawat di RS Mitra Keluarga Kenjeran.
\
No comments: