Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan kebijakan baru dengan menempatkan koper jemaah haji Indonesia di gedung kargo dan bagasi khusus di Bandara Internasional Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, untuk menjamin keamanan serta meminimalisir kerusakan. Langkah pengawasan ketat ini dilakukan secara menyeluruh baik untuk jemaah fasilitas fast track maupun non-fast track mulai musim haji 2026.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pengawasan intensif dilakukan sejak koper jemaah tiba di area bongkar muat (drop baggage area). Hingga Jumat (1/5/2026), sistem baru ini terbukti efektif mengawal distribusi barang bawaan milik 61.407 jemaah yang telah mendarat di Madinah.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa timnya menyiagakan lima petugas per sif khusus untuk menjaga dan membantu operasional pemindahan koper.
“Koper jemaah dipastikan sejak awal kedatangan jemaah kami telah melakukan pengawasan penanganan koper di drop baggage area,” ujar Abdul Basir saat ditemui di Bandara Madinah.
Prosedur Pengawasan dan Solusi Koper Rusak
Petugas yang disiagakan di gedung kargo tidak hanya memantau keberadaan fisik koper, tetapi juga memastikan cara penanganan oleh pihak otoritas bandara dilakukan dengan benar. Abdul Basir menyebutkan bahwa perlakuan terhadap koper dipantau secara mendetail guna menghindari benturan atau salah urus.
Petugas yang disiagakan di gedung kargo tidak hanya memantau keberadaan fisik koper, tetapi juga memastikan cara penanganan oleh pihak otoritas bandara dilakukan dengan benar. Abdul Basir menyebutkan bahwa perlakuan terhadap koper dipantau secara mendetail guna menghindari benturan atau salah urus.
“Pengawasan dilakukan dari cara mereka melakukan pengangkatan koper sampai memasukan ke dalam kontainer,” ungkap Basir. Jika ditemukan kerusakan saat proses pemindahan, petugas gedung kargo akan segera melaporkannya ke tim daker bandara untuk ditindaklanjuti.
Bagi jemaah yang menemukan kopernya rusak setibanya di hotel, Abdul Basir memberikan panduan identifikasi kerusakan. Jika kerusakan masuk kategori parah, jemaah diminta melapor kepada petugas sektor atau daker. Sebagai penanganan awal, petugas akan mencarikan solusi darurat. “Nanti akan dicarikan solusi sementara seperti misalnya wrapping,” kata Basir.
Mekanisme Ganti Rugi Maskapai
Terkait penggantian fisik koper yang rusak permanen, jemaah tidak perlu khawatir karena pihak maskapai bertanggung jawab penuh sesuai regulasi penerbangan internasional. Namun, proses penggantian ini harus melewati tahap asesmen profesional untuk menentukan tingkat kelayakan ganti rugi.
Terkait penggantian fisik koper yang rusak permanen, jemaah tidak perlu khawatir karena pihak maskapai bertanggung jawab penuh sesuai regulasi penerbangan internasional. Namun, proses penggantian ini harus melewati tahap asesmen profesional untuk menentukan tingkat kelayakan ganti rugi.
“Untuk penggantian yang akan mengasesmen adalah dari maskapai. Jika perlu ada penggantian akan dilakukan bisa saat jelang jemaah pulang,” terang Abdul Basir. Skema ini memastikan jemaah tetap mendapatkan haknya meskipun proses administrasi asesmen memerlukan waktu tertentu.
Data terbaru hingga hari ke-11 operasional menunjukkan sebanyak 158 kloter telah tiba di Madinah dengan selamat. Dari total 61.407 jemaah yang sudah mendarat, tercatat sebanyak 13.186 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia).
Pengawasan bagasi yang lebih terpusat di gedung kargo ini diharapkan dapat meringankan beban jemaah lansia, sehingga mereka dapat langsung beristirahat di hotel tanpa harus mencemaskan keamanan koper masing-masing.
Koper Jemaah Haji 2026 Diawasi Ketat di Gedung Kargo Madinah, Rusak Bisa Diganti Maskapai
Reviewed by wongpasar grosir
on
May 02, 2026
Rating:
No comments: