Serangan Drone Ukraina ke Fasilitas Minyak Rusia Perparah Harga Minyak Dunia


 Surabaya (beritajatim.com) – Harga minyak dunia melonjak tajam di tengah krisis pasokan global yang kian memburuk.

Pada perdagangan awal pekan Senin 6 April 2026 kemarin, minyak mentah Brent tercatat menembus angka USD 110 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati USD 112 per barel.

Kenaikan signifikan ini dipicu kombinasi dua faktor utama, yakni penutupan Selat Hormuz yang telah berlangsung selama lima minggu serta serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia.

Guncangan Pasokan dari Dua Arah

Krisis ini bermula sejak 28 Februari 2026, ketika konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu respons keras dari Teheran.

Salah satu langkah balasan yang paling berdampak adalah penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Akibatnya, lalu lintas pengiriman minyak melalui selat tersebut dilaporkan anjlok hingga lebih dari 90 persen. Kondisi ini disebut sebagai salah satu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar energi dunia.

Situasi semakin diperparah oleh serangan drone Ukraina yang menargetkan fasilitas ekspor minyak Rusia di kawasan Laut Baltik. Sejumlah terminal utama dilaporkan tidak dapat beroperasi selama dua pekan akibat rentetan serangan di akhir Maret.

Menurut Reuters, fasilitas utama di Ust-Luga dan Primorsk tidak dapat menerima pengiriman selama dua minggu berturut-turut menyusul setidaknya lima serangan dalam rentang 10 hari pada akhir Maret.

Pada hari Sabtu, serangan drone lanjutan merusak tangki bahan bakar di Primorsk dan membakar dua fasilitas di Kilang Kstovo milik, lapor The Moscow Times.

Serangan lanjutan bahkan merusak tangki bahan bakar serta memicu kebakaran di beberapa fasilitas kilang, mempersempit pasokan minyak global yang sudah tertekan.

Harga Berpotensi Tembus Rekor Baru

Di tengah kondisi pasar yang sangat volatil, harga minyak sempat menyentuh level tertinggi intraday. WTI bahkan sempat menembus USD 114 per barel sebelum kembali terkoreksi, sementara Brent bergerak di kisaran USD 106 hingga USD 111.

Sejak awal konflik, harga Brent telah melonjak sekitar 50 persen, mencatatkan kenaikan bulanan paling tajam sejak Mei 2020.

Upaya menstabilkan pasar melalui peningkatan produksi oleh OPEC+ dinilai belum efektif. Meski kelompok tersebut sepakat menambah kuota produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai Mei, distribusi minyak tetap terhambat akibat blokade di Selat Hormuz.

Sejumlah analis memperingatkan harga minyak masih berpotensi melonjak lebih tinggi. Bahkan, jika gangguan pasokan terus berlanjut, harga Brent diperkirakan bisa melampaui rekor tertinggi sebelumnya.

Seorang analis pasar menyebut, “Kami percaya 120 hingga 125 mungkin adalah kisaran harga yang paling mungkin kita lihat, tetapi jika selat tetap sebagian besar tertutup sepanjang April, aliran tidak akan kembali normal sampai Mei.”

Ancaman Resesi Global

Krisis energi ini tidak hanya berdampak pada sektor minyak, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi global. Tekanan politik pun semakin meningkat seiring belum adanya solusi konkret untuk membuka kembali jalur distribusi utama tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pidatonya pada 1 April menegaskan kemungkinan intervensi militer jika blokade tidak segera diakhiri. Ia memperingatkan langkah tegas akan diambil dalam waktu dekat.

Sementara itu, CEO Larry Fink turut mengingatkan dampak ekonomi yang lebih luas. Ia menyebut harga minyak yang bertahan di level USD 150 per barel berpotensi memicu resesi global.

Hingga kini, pasar masih berada dalam ketidakpastian tinggi. Pelaku industri dan investor menanti apakah jalur diplomasi mampu meredakan krisis, atau justru eskalasi konflik yang akan memperparah situasi energi dunia.





SUMBERhttps://beritajatim.com/serangan-drone-ukraina-ke-fasiltas-minyak-rusia-perparah-harga-minyak-dunia


Serangan Drone Ukraina ke Fasilitas Minyak Rusia Perparah Harga Minyak Dunia Serangan Drone Ukraina ke Fasilitas Minyak Rusia Perparah Harga Minyak Dunia Reviewed by wongpasar grosir on April 07, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.