Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Tio Andreas Supit (14) tewas usai tenggelam di aliran Sungai Bondoyudo, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
Remaja yang masih duduk di bangku SMP itu nekat menyebrang sungai Bondoyodu lantaran akan mengikuti kegiatan esktrakulikuler di sekolahnya.
Secara kronologis, Relawan Libas Lumajang, Ernod Andi Arsia mengatakan, keberadaan korban tidak diketahui keluarga sejak Jumat (3/11/2023).
Korban yang merupakan warga Desa Kedungrejo tak kunjung pulang ke rumah sejak Tio memberitahu akan pergi bersama teman-temannya ke sekolah.
Namun, korban bersama 2 orang teman-temanannya justru memilih menyebrang sungai Bondoyodo agar bisa pergi ke sekolah.
"Tio dan Noval berkumpul di rumah Ferdi berencana ke SMPN 3 Yosowilangun melalui jalur sungai Bondoyudo di Dusun Pondokrejo. Noval menyebran pertama kali. Kemudian kemudian menyusul Tio namun karena Tio tidak bisa berenang akhirnya Tio terbawa arus," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (5/11/2023).
Teman korban yang panik karena melihat temannya terseret arus sungai kemudian mencoba mencari pertolongan.
Lantaran di sekitar sungai tidak ada orang, teman korban langsung pergi ke sekolahnya untuk mencari pertolongan. Mereka pun berusaha menyisir pinggir sungai untuk mencari temannya.
Hingga pukul 20:00 WIB, keluarga korban yang cemas bertanya-tanya kenapa korban belum juga pulang dari sekolah. Keluarga korban kemudian mendatangi rumah Noval untuk mencari keberadaan Tio.
Noval pun memberitahu jika korban terseret arus sungai Bondoyudo.
Kecemasan keluarga korban makin menjadi hingga akhirnya melaporkan peristiwa itu ke perangkat desa. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada BPBD Kabupaten Lumajang.
Pencarian malam itu di sepanjang sungai Bondoyudo hingga wilayah Kecamatan Yosowilangun belum membuahkan hasil.
Pencarian pun dilanjutkan esok pagi hari dengan menggunakan perahu karet.
Tidak lama kemudian, korban berhasil ditemukan petugas pada Sabtu (4/11/2023), sekitar 500 meter dari lokasi korban terseret arus sungai.
Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Korban ditemukan tersangkut di barongan bambu, dengan kondisi tengkurap. Korban langsung dievakuasi dengan menggunakan perahu karet," tuturnya.
Petugas pencarian melaporkan kondisi arus sungai kala itu begitu deras karena debit air naik akibat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Jatiroto
No comments: