TRIBUNJATIM.COM - Seorang ibu tertawa ketika menenggelamkan bayinya di ember sembari mengucap kalimat keji.
Sang ibu mengucapkan agar sang anak mau berenang.
Peristiwa itu terjadi di kediaman pelaku di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Bahkan pelaku sempat menelpon temannya sebelum mengirimkan video aksi penyiksaan bayinya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pjs Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Lia Latifah yang sudah mendatangi rumah pelaku pada Jumat (13/10/2023) lalu.
"Terus waktu itu dia mengirim video kepada temannya lewat WhatsApp. Tapi dia nggak nyebutin temannya itu siapa. Dia bilang hanya mengirimkan video itu ke dua temannya," kata Lia saat dihubungi, Selasa (17/10/2023), dikutip Tribun Jatim dari TribunJakarta.com via TribunStyle.com
Ia menuturkan, video tersebut kemudian tersebar di media sosial dan diduga diunggah oleh satu di antara dua teman pelaku yang dikirimi video itu.
"Jadi ada kemungkinan di antara dua itu yang upload ke media sosial. Tapi dia sebutin bahwa temannya itu lah yang menyebarkan," ujar dia.
Dikutip Tribun Jatim dari Tribunnews.com, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro menyebut pihaknya tengah menyelidiki kasus ini.
Ia juga membenarkan bahwa lokasi penenggelaman bayi yang dilakukan ibu tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan
"Kami membenarkan bahwa adanya video viral tersebut. Saat ini Polres Jakarta Selatan masih mendalami tentang viralnya hal tersebut," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (16/10/2023).
"Kami masih mendalami tentang siapa-siapa pelakunya. Kejadian tersebut di mana saat itu. Intinya nanti akan disampaikan di rilis berikutnya," lanjut dia.
Lebih lanjut, Lia mengungkapkan, pelaku awalnya hanya berniat bercanda.
Pelaku diketahui menceburkan bayinya ke dalam ember berisi air.
Ia juga merekam aksi penyiksaan itu sembari tertawa.
Video dugaan penyiksaan berdurasi 40 detik itu juga sempat diunggah ke media sosial sebelum akhirnya dihapus.
Dalam video tersebut, pelaku melempar bayinya ke dalam ember berisi air
"Kita berenang dulu," kata pelaku sambil tertawa, dikutip TribunJatim.com dari TribunJakarta.com.
Bayi itu pun langsung menangis dengan posisi kepalanya yang masih mengambang di atas permukaan air.
Setelahnya, pelaku berkali-kali menyiram wajah sang bayi dengan air yang ada di dalam ember tersebut.
Tak lama kemudian, pelaku terlihat menenggelamkan bayi itu hingga kepala sang anak berada di dasar ember.
Setelah mendatangi rumah pelaku dan melakukan percakapan, Lia menduga ibu dari bayi itu mengalami baby blues syndrome.
"Jadi itu kemarin kita sudah datang ke sana ketemu ibunya. Terus kita tanya-tanya memang dia mengalami sindrom baby blues dan ada sedikit depresi," jelasnya.
Diketahui, pelaku memiliki tiga anak yang masih berusia balita.
Sehingga pelaku merasa kebingungan untuk mengurusnya dan berakibat stres.
"Dia bilang, si ibunya itu bilang, itu awalnya bercanda. Tapi kemarin kita sudah sampaikan, itu bisa menyebabkan kematian."
"Jadi kemarin ibunya cerita bahwa dia mengalami depresi, stres, mengalami kebingungan pada saat dia harus merawat tiga anaknya tersebut," ujarnya.
Melansir TribunJakarta.com, adapun kekerasan yang dilakukan A terhadap anaknya tanpa sepengetahuan sang suami.
Dugaan penyiksaan itu terjadi pada awal Oktober 2023.
"Suaminya enggak tahu," kata Lia.
Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan orangtua pelaku yang sebelumnya juga tidak mengetahui perbuatan putrinya.
"Waktu kami jelaskan sama ibu kandungnya (pelaku) bahwa ini yang sudah dilakukan putrinya, dia kaget dengan kejadian tersebut," ujar dia.
Komnas PA sempat ingin mengamankan bayi tersebut.
Namun, orangtua pelaku menjamin akan menjaga keselamatan anak-anak pelaku.
Tiga anak itu akan diambil alih pengasuhannya.
"Nanti ada tetangganya yang biasa mengasuh anak-anak, itu nanti yang akan dimintai tolong untuk menjaga ketiga cucunya tersebut," tambahnya.
Ibu lainnya juga menyiksa ketiga anak dengan perbuatan cukup keji.
Ibu tersebut diketahui bernama Kanti Utami.
Kanti diduga mengalami depresi dan nekat beraksi sadis.
Padahal sebelumnya ia merupakan seorang make up artist.
Seperti apa sosok Kanti di mata para tetangga?
Kejadian pilu tersebut terbongkar tetangganya di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/3/2022).
Namun nahas, satu orang anaknya berusia 7 tahun tak bisa diselamatkan karena telah tak bernyawa.
Anaknya yang berinisial AR meninggal diduga akibat digorok ibu kandungnya sendiri tersebut.
Sementara dua anaknya yang lain pun kritis karena mendapatkan luka-luka beberapa bagian di tubuhnya.
Karena aksinya itu, saat mencoba menjelaskan alasan aksi kejinya itu, polisi menduga Kanti Utami depresi dan stres.
Berdasarkan kesaksian dari tetangganya, sosok Kanti Utami dikenal tak banyak bertingkah.
Selama ini tetangga mengenal Kanti Utami atau akrab disapa Kanti Utami itu sebagai pendiam.
Bahkan diungkap tetangga, Kanti Utami juga sosok ibu muda yang sayang kepada anak-anaknya.
Hingga akhirnya kejadian perampasan nyawa itu terjadi pada Minggu (20/3/2022).
Para tetangganya di Dukuh Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes syok melihat sisi lain Kanti Utami.
Sehari-hari Kanti Umi sebagai ibu rumah tangga yang mengurus tiga orang anaknya, yakni KS (10), AR (7), dan EM (5).
Ibu muda tersebut tinggal di Desa Tonjong bersama bibinya, Hamidah dan ketiga anaknya.
Diungkap tetangganya, Sumiarti (85) menyebut sosok Kanti Utami dikenal sebagai orang yang pendiam dan cukup tertutup.
Sehari-hari Kanti Umi juga jarang main ke tetangga.
Namun, tetangganya itu menilai sosok Kanti Umi penyayang kepada anak-anaknya.
Dikutip dari TribunMataram.com, sosok Kanti Utami dulu pernah bekerja sebagai makeup artis atau MUA.
Namun, karena alasan tertentu ibu muda tersebut kena PHK hingga membuatnya kembali ke kampung halaman.
Sedangkan diketahui suaminya bekerja di Jakarta sebagai satpam sejak enam bulan lalu.
Suaminya tersebut diduga tak pulang-pulang hingga membuat Kanti depresi dan stres.
No comments: