Jenazah Zainal Fanani saat tiba di rumah duka di Trenggalek. (Humas Polres Trenggalek)
Trenggalek (beritajatim.com) – Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengiringi kedatangan jenazah Zainal Fanani, korban tawuran antar pesilat di Kota Changhua, Taiwan.
Kedatangan jenazah korban di rumah duka Desa Tasikmadu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menjadi duka mendalam bagi warga perguruan silat yang ada di Indonesia.
Zainal Fanani dikabarkan meninggal sejak 2 September 2023, hampir tiga pekan yang lalu, dalam insiden kerusuhan antar kelompok perguruan silat yang mayoritas anggotanya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Zainal dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Dia menegaskan bahwa proses hukum terhadap tersangka sudah berjalan, dan lebih baik mendoakan yang terbaik bagi almarhum.
Dia berharap bahwa insiden ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak, agar tidak terulang di masa depan, baik dalam skala lokal maupun global.
“Saat ini proses hukum terhadap tersangka sudah dilakukan oleh penegak hukum dari dua negara. Oleh karena itu, tidak usah mencari-cari kembali hal yang lain di Trenggalek, lebih baik saudara dari PSHT mendoakan yang terbaik kepada almarhum,” katanya, Minggu (17/9/2023).
Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek, juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Taiwan, Kementerian Luar Negeri, KDEI di Taipei, BP2MI, dan semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah Zainal Fanani dengan cepat.
Bupati juga memberikan pesan kepada anggota pesilat di daerahnya untuk tetap tenang, mawas diri, dan tidak terprovokasi oleh kabar-kabar bohong atau hoaks.
Sementara itu, Ketua Cabang PSHT Trenggalek, Wijiono, menyampaikan bela sungkawa atas kejadian tersebut dan berharap agar seluruh anggota PSHT dapat menerima insiden ini sebagai musibah tanpa terprovokasi oleh kabar-kabar yang dapat memicu konflik antarkelompok.
“Saya harap agar semua anggota PSHT bisa menerima insiden ini sebagai musibah dan tidak terprovokasi yang menyebabkan gesekan antarkelompok di Trenggalek,” pesan Wijiono.
Sebelumnya, insiden tawuran antar PMI yang tergabung dalam kelompok pesilat terjadi di Taiwan pada 2 September 2023 lalu. Dalam peristiwa tragis tersebut, satu PMI, yaitu Zainal Fanani, meninggal dunia. (ian)
No comments: