Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan, DPRD Jatim Minta SPPG Evaluasi SOP

 

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengevaluasi pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP). Seruan itu setelah insiden keracunan yang menimpa santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

Dia menyebut kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Gabung Shopee Affilate

Cahyo menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa para santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Komisi E DPRD Jatim akan menjadikan insiden tersebut sebagai bahan perhatian untuk meningkatkan pengawasan, monitoring, dan evaluasi program MBG di Jawa Timur.

“Pertama, kami atas nama Komisi E dari DPRD Jawa Timur turut prihatin atas kejadian yang menimpa adik-adik kita di salah satu pondok pesantren yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Mambaul Hikam. Kami sangat prihatin atas adanya kejadian tersebut,” ujar Cahyo di DPRD Jatim, Rabu (2/9/2026).

Dia mengatakan pengawasan tidak hanya diarahkan pada hasil makanan yang diterima penerima manfaat. Proses produksi hingga makanan tersebut siap didistribusikan juga harus memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Tentu kejadian ini akan menjadi perhatian dan atensi dari kami untuk terus meningkatkan pengawasan, monitoring, maupun evaluasi dari pelaksanaan program yang baik ini,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur ini.

Menurut Cahyo, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan implementasi amanah konstitusi sehingga pelaksanaannya harus dipastikan berjalan baik. Evaluasi nantinya juga akan diarahkan kepada SPPG yang berada di wilayah Jawa Timur, termasuk SPPG yang berkaitan dengan insiden di Sidoarjo.

“Dan tentu, monitoring evaluasi ini akan menjurus kepada SPPG-SPPG yang ada di wilayah Jawa Timur ataupun di Sidoarjo, dalam hal ini yang memang sedang terjadi suatu case ya,” ucapnya.

Cahyo meminta seluruh pengelola SPPG menjadikan kejadian tersebut sebagai pengingat untuk menjalankan SOP secara konsisten. Standar tersebut, kata dia, mencakup produk makanan sekaligus seluruh proses yang dilakukan sebelum makanan sampai kepada penerima manfaat.

“Tentu kami juga berharap kejadian ini selalu menjadi pengingat bagi seluruh pihak unsur pelaksana SPPG yang ada di Provinsi Jawa Timur, ataupun di Surabaya khususnya, untuk terus menjaga standarisasi SOP dari setiap tidak hanya produknya tetapi pelaksanaan proses menuju menghasilkan produk itu,” tutur pria yang juga Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.

Dia menyebut SOP yang ditetapkan BGN semestinya mampu menghasilkan makanan yang bergizi, berkualitas, dan memiliki cita rasa baik. Karena itu, apabila terjadi persoalan pada makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, pelaksanaan setiap tahapan SOP perlu diperiksa kembali.

“Karena sejatinya ketika kita berbicara SOP yang sudah ditetapkan BGN, itu betul-betul melahirkan produk yang tidak hanya bergizi, tetapi berkualitas dan baik rasanya. Dan tentu ketika ini ada kejadian, pasti ada salah satu SOP yang tidak dilakukan oleh pihak SPPG,” tegas Cahyo.

Cahyo juga mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah, rumah sakit, serta pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikam dalam menangani para santri. Dia berharap penanganan tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah beserta seluruh jajaran Forkopimda yang telah memberikan atensi cepat, dan juga kepada pihak rumah sakit yang telah memberikan pelayanan yang sangat prima, ataupun kepada pihak pengasuh pondok pesantren yang dengan tenang mengarahkan putra-putrinya, murid-murid, atau santri-santriwatinya agar segera diberikan penanganan medis yang cepat, terukur, dan juga baik,” pungkasnya.

Cahyo secara khusus meminta SPPG Kali Tengah Tanggulangin sebagai pemasok makanan dalam kasus tersebut melakukan evaluasi terhadap proses yang selama ini berjalan. Dia berharap evaluasi itu dapat mencegah kejadian serupa terulang di SPPG lain di Jawa Timur.

“Sekali lagi kami prihatin dan berharap kejadian ini bisa menjadi pengingat pada seluruh SPPG yang ada, khususnya SPPG Kali Tengah Tanggulangin yang menjadi pemasok ya, pemberi manfaat ini, untuk mengevaluasi proses SOP yang sudah berjalan di SPPG-nya seperti itu,” tandas Cahyo. [asg/but]


SPREI AKIKO 120 X 200 NIGHT PUZZEL


SUMBER https://beritajatim.com/santri-manbaul-hikam-sidoarjo-keracunan-dprd-jatim-minta-sppg-evaluasi-sop



SPREI AKIKO 200 X 200 PARADISE

Baca Juga : 

Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan, DPRD Jatim Minta SPPG Evaluasi SOP Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan, DPRD Jatim Minta SPPG Evaluasi SOP Reviewed by wongpasar grosir on September 03, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.