Jombang (beritajatim.com) — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Wonoayu, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis malam (6/8/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu orang lainnya mengalami luka berat.
Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan, yakni sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi S-6457-QO, sepeda motor roda tiga Kaisar dengan nomor polisi N-8901-YB, serta truk Mitsubishi bernomor polisi AG-8648-VQ yang membawa muatan tebu.
Pengendara Honda Vario, Yulio Candra Kristianto (20), warga Dusun Bogorame, Desa Kedungbogo, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) akibat kecelakaan tersebut.
Sementara itu, penumpang Honda Vario bernama Rifki Ardian (40), warga Dusun Kedunglumpang Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami luka berat dan mendapat perawatan di RSUD Jombang.
Adapun pengendara sepeda motor roda tiga Kaisar, Shodikin (51), warga Dusun Wonoayu Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, tidak mengalami luka. Begitu pula pengemudi truk Mitsubishi, Kastono (39), warga Dusun Gedangan Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, dalam kondisi selamat tanpa luka.
Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Makhfud (53), kecelakaan bermula ketika Honda Vario melaju dari arah barat menuju timur. Saat tiba di lokasi kejadian, pengendara diduga hendak mendahului kendaraan di depannya.
Namun, karena kurang menjaga jarak, sepeda motor tersebut menabrak bagian belakang sepeda motor roda tiga Kaisar yang melaju searah di depannya.
“Kemudian Kendaraan sepeda motor Honda Vario jatuh mengarah ke kanan dilindas truk Mitsubishi yang berjalan dari arah timur ke barat, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas. Pengendaranya tewas di lokasi, sedangkan penumpangnya luka berat,” ujar Makhfud.
Makhfud menduga pengendara Honda Vario kurang berhati-hati saat melakukan manuver mendahului kendaraan lain. Selain itu, kondisi jalan yang gelap akibat lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak menyala disebut turut menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi kecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Nurul Iman membenarkan kejadian tersebut. Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan informasi terkait kecelakaan. “Satu korban meninggal, satu luka berat. Penyebab kecelakaan masih kita selidiki,” ujar Nurul Iman. [suf]
No comments: