Angka Kematian Jemaah Haji Turun 50 Persen, LK PBNU Apresiasi Kinerja Kemenhaj


 Jombang (beritajatim.com) – Pemulangan jemaah haji Indonesia mulai berlangsung sejak Senin (1/6/2026). Di tengah proses kepulangan tersebut, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU, HM Zulfikar As’ad atau Gus Ufik, mengapresiasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 yang dinilai menunjukkan perbaikan signifikan.

Salah satu indikatornya adalah penurunan angka kematian jamaah haji Indonesia hingga 50 persen dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.

Gus Ufik menilai capaian tersebut tidak lepas dari berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah RI di bawah kepemimpinan Menteri Haji RI, KH Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.

Menurutnya, kebijakan yang menempatkan syarat kesehatan atau istithaah sebagai faktor utama dalam pemberangkatan jamaah menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

“Saya menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, yang menekankan pentingnya syarat kesehatan atau istitha’ah bagi calon jemaah haji demi meminimalkan angka jamaah wafat selama penyelenggaraan ibadah haji,” jelas Gus Ufik, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, dukungan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan pembahasan yang pernah dilakukan antara Lembaga Kesehatan PBNU, Lembaga Kesehatan PWNU Jawa Timur, dan Kementerian Haji terkait berbagai upaya perbaikan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam berbagai kesempatan, Kementerian Haji telah memaparkan langkah-langkah pembenahan yang dilakukan, mulai dari sistem pendaftaran, antrean keberangkatan, pemeriksaan kesehatan, hingga pembinaan kesehatan jamaah sebelum, selama, dan setelah menjalankan ibadah haji.

“Kami melihat bahwa Kemenhaj telah melakukan evaluasi dari pelaksanaan haji sebelumnya dan saat ini juga tengah menerapkan kebijakan tersebut mulai dari persiapan yang intens untuk pelaksanaan tahun, termasuk koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi. Hal ini terlihat pula dalam mempersiapkan tim panitia haji, pendamping haji dan juga tim kesehatan haji,” lanjutnya.

Meski demikian, Gus Ufik menilai masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi bahan evaluasi. Salah satunya terkait adanya jamaah yang sempat mengalami kendala mendapatkan tempat saat berkemah di Arafah dan Mina.

Namun, menurutnya, persoalan tersebut telah dapat dikondisikan oleh Kementerian Haji dan diharapkan tidak terulang pada musim haji mendatang.

Dari sisi kesehatan, LK PBNU mendukung penuh kebijakan pengetatan syarat istithaah bagi calon jamaah haji. Kebijakan ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya berbagai kasus yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya, termasuk jamaah yang jatuh sakit setibanya di Tanah Suci hingga tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah secara optimal.

Gus Ufik juga menyoroti tingginya angka kematian jamaah haji Indonesia pada beberapa musim haji sebelumnya yang sempat mendapat perhatian dari pemerintah Arab Saudi. Karena itu, langkah pemerintah untuk memperketat pemeriksaan kesehatan jamaah dinilai sebagai strategi yang tepat untuk meningkatkan keselamatan jamaah.

RS Arsinu Siap Dukung Persiapan Kesehatan Haji

Sebagai Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu), ia menegaskan bahwa jaringan rumah sakit NU siap mendukung program Kementerian Haji. Saat ini, hampir seluruh rumah sakit Arsinu telah menyiapkan layanan Klinik Persiapan Haji dan Umrah guna membantu calon jemaah meningkatkan kondisi kesehatan sebelum keberangkatan.

Arsinu juga bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Kesehatan Haji Indonesia (Perdokhi), Lembaga Kesehatan PBNU, serta dokter-dokter NU untuk memastikan jemaah memperoleh pemeriksaan kesehatan, perawatan, dan terapi yang diperlukan sesuai kondisi masing-masing.

“Kami sangat mendukung ketegasan Kementerian Haji. Jemaah yang berangkat harus benar-benar memenuhi syarat Kesehatan,” ujar Gus Ufik yang juga Ketua Arsinu.

Rektor Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum) Jombang ini berharap Kementerian Haji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji tahun 2026. Evaluasi itu diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan berkelanjutan sehingga kualitas pelayanan haji Indonesia semakin meningkat dan angka kematian jamaah dapat ditekan hingga seminimal mungkin.

Ia juga berharap jamaah haji Indonesia dapat berangkat dalam kondisi sehat, menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan nyaman, serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat. [suf]






SUMBERhttps://beritajatim.com/angka-kematian-jemaah-haji-turun-50-persen-lk-pbnu-apresiasi-kinerja-kemenhaj

Angka Kematian Jemaah Haji Turun 50 Persen, LK PBNU Apresiasi Kinerja Kemenhaj Angka Kematian Jemaah Haji Turun 50 Persen, LK PBNU Apresiasi Kinerja Kemenhaj Reviewed by wongpasar grosir on June 02, 2026 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.