Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi para siswa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak dari keluarga dan keteladanan guru.
“Pendidikan yang paling penting, pendidikan yang paling dasar adalah karakter. Pendidikan paling utama adalah akhlak. Orang yang berilmu cirinya akhlaknya bagus,” kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, saat membuka seminar Hari Pendidikan Nasional, di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu (2/5/2026).
Di sini Gus Fawait menekankan peran keluarga dalam pendidikan. “Pendidikan yang berhasil biasanya juga karena keterlibatan keluarga. Maka, saya bahagia kalau ada sekolah yang juga bikin program, memberikan fasilitas atau tempat untuk memberi pencerahan kepada keluarga,” katanya.
Bupati Fawait menyindir orang tua yang menyerahkan segala sesuatu terkait pendidikan anak mereka kepada sekolah. “Padahal di sekolah cuma berapa jam sih? Ketika pulang ke rumah, gurunya siapa? Gurunya adalah orang tuanya, keluarganya,” katanya.
Menurut Gus Fawait, saat anak-anak tidak bisa menemukan contoh yang baik di rumah, itu akan menjadi titik lemah bagi pendidikan di Kabupaten Jember.
“Maka saya berharap kepala sekolah ini menyampaikan kepada guru-gurunya atau memberikan fasilitas yang bisa melibatkan keluarga, sehingga guru baik di kelas maupun di luar kelas menjadi teladan bagi siswa,” katanya.
Gus Fawait berharap pendidikan untuk masyarakat di kawasan perdesaan, pinggir kebun, dan pesisir bisa melibatkan keluarga. “Saya masih yakin in the long term, dalam jangka panjang, kalau kita ingin mengatasi kemiskinan, kunci utamanya adalah pendidikan. Dan pendidikan itu biasanya berhasil, kalau keluarganya juga men-support, gurunya juga men-support,” katanya.
Gus Fawait berharap para guru tidak hanya berfokus di dalam ruang kelas, namun bisa menjadi teladan di luar ruang kelas. “Murid kita itu mengamati kita. Mau kita di kelas, mau kita di luar kelas, kita diamati. Di kelas tegas, tapi pas di TikTok melet-melet (berperilaku lucu, red),” katanya disambut tawa hadirin.
Gus Fawait juga menyindir guru yang merekam dan mengunggah video di media sosial tentang susahnya melakukan tugas tambahan verifikasi dan validasi rumah warga miskin pada medio April 2026.
Pemkab Jember mengerahkan 22 ribu ASN untuk melakukan verifikasi dan validasi data warga miskin di desil 1 dan 2, karena selama ini banyak keluhan soal bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.
“Ada yang semangat. Ada yang kebagian verifikasi dan validasi dekat rumahnya tidak bikin video. Tapi yang kebagian di ujung (pelosok), (mengeluh) ‘aduh, Gus’. Kalau dibaca saya tidak apa-apa. Kalau dibaca peserta didik terus bagaimana,” kata Fawait.
Padahal selama ini, Bupati Fawait sudah mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada aparatur sipil negara Pemkab Jember. “Satu-satunya kabupaten yang tidak mengurangi TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) dan Tukin (Tunjangan Kinerja) di Jawa Timur adalah Kabupaten Jember,” katanya.
Bupati Fawait juga meliburkan guru-guru saat para siswa libur. Selain itu, Pemkab Jember mengangkat seluruh usulan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu dan paruh waktu.
“Karena ada pembatasan belanja pegawai 30 persen, banyak kabupaten yang akan mengurangi bahkan terang-terangan TPP akan dihapus, PPPK tidak akan dilanjutkan, apalagi PPPK paruh waktu. Jember kabupaten pertama yang menyatakan akan melanjutkan PPPK dan PPPK paruh waktu,” kata Gus Fawait.
Sebagai timbal balik, Gus Fawait meminta kepada seluruh ASN untuk membantunya mengatasi kemiskinan. “Hari ini kita sedang menghadapi krisis kemiskinan. Setiap kita bikin kebijakan pengendalian kemiskinan tidak efektif. Kenapa? Karena tidak tepat sasaran,” katanya.
“Maka dalam kondisi krisis bencana kemiskinan, mau ahli masak, mau ahli pendidikan, mau ahli kedokteran, mau ahli pertanian, semua bersama-sama mengatasinya. Maka hari ini Jember sedang krisis kemiskinan, saya minta tolong Bapak Ibu semuanya,” kata Gus Fawait. [wir/kun]
SUMBER : https://beritajatim.com/bupati-jember-tekankan-pentingnya-pendidikan-keluarga-dan-keteladanan-guru
No comments: