Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto digegerkan dengan penemuan sesosok mayat mengapung di aliran Sungai Brantas, Jumat (10/4/2026) siang. Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas tersebut berhasil dievakuasi dua jam.
Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar pada pukul 13.50 WIB. Saat itu, warga melihat tubuh korban tersangkut di aliran sungai, lalu segera melaporkannya kepada petugas. Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi.
Tim terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, serta BPBD Kabupaten Sidoarjo. proses pencarian dan evakuasi dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet.
Penyisiran dimulai dari kawasan Jembatan Tanjang Rono hingga ke hilir. Setelah hampir dua jam pencarian, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 15.50 WIB di sekitar Jembatan Apung, Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki, usia sekitar 25-30 tahun dan hingga kini belum diketahui identitasnya.
Proses evakuasi berlangsung lancar, meski petugas harus ekstra hati-hati karena arus sungai yang cukup deras. Selain itu, kondisi tubuh korban yang telah mengapung juga menjadi perhatian dalam penanganan di lapangan.
“Jenazah setelah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, selanjutnya dibawa ke Pusdik Gasum Porong, Sidoarjo, untuk penanganan lebih lanjut” ungkapnya. [tin/ian]
No comments: