Surabaya (beritajatim.com) – Seorang warga Sidoarjo berinisial KP mengaku menjadi korban aksi begal di Jalan Ir. Soekarno (Merr) tepatnya di sekitar Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Kendangsari, Senin (9/2/2026). Pengakuan itu ia sampaikan ke salah satu media di Surabaya.
Dalam pengakuannya, KP yang mengendarai sepeda motor Honda Vario merah tiba-tiba dipepet oleh enam pelaku yang mengendarai tiga sepeda motor. Sambil mengalungkan celurit, para pelaku melucuti barang-barang berharga milik KP.
Dalam cerita KP, para pelaku berhasil mengambil dompet berisi uang tunai, surat berharga, dan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai. Para pelaku melakukan aksinya dalam kurun waktu dua menit dan kabur ke arah Kenjeran. KP pun melaporkan peristiwa ini ke Polsek Mulyorejo.
Dikonfirmasi, Kapolsek Mulyorejo AKP Desy Ratnasih Dewanti mengatakan, dari hasil cek rekaman CCTV di sekitar lokasi, pihaknya tidak mendapati adanya aksi pembegalan seperti yang dilaporkan oleh KP.
“Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, hanya terlihat korban sendirian dan tidak mengendarai motor,” ujarnya.
Desy Ratnasih juga menjelaskan pada waktu yang dilaporkan oleh KP terjadi aksi begal, anggotanya sedang bersiaga dengan mobil patroli hanya 50 meter dari lokasi. Anggota saat itu juga tidak melihat kelompok begal seperti yang diinformasikan KP.
“Anggota sudah menelusuri rekaman CCTV dari pukul 22.30-24.00 namun tidak ditemukan aksi kejahatan seperti yang dilaporkan,” imbuhnya.
Kejanggalan lain, menurut Desy, ponsel KP masih ada dan tidak dirampas oleh pelaku. Atas temuan ini, pihak Polsek Mulyorejo berencana memanggil kembali KP untuk mengklarifikasi dan mencocokan hasil penyelidikan. Namun sampai Rabu (11/2/2026), KP tak kunjung datang untuk memenuhi panggilan.
“Sementara dari hasil pemeriksaan kami tidak ada itu kejadian (begal),’ terangnya. (ang/aje)
SUMBER : https://beritajatim.com/warga-sidoarjo-ngaku-dibegal-di-merr-surabaya-polisi-tak-temukan-bukti
No comments: