Surabaya (beritajatim.com) Seorang pria di Ketintang berinisial Z (21) memilih memaafkan kekasihnya A (21) meskipun telah ditusuk oleh pisau, Senin (26/1/2026) kemarin. Penusukan itu didasari rasa emosi dan cemburu karena Z ketahuan pergi kencan dengan wanita lain.
Aksi penusukan itu bermula ketika sepasang kekasih itu berniat jalan bebarengan. Namun, tiba-tiba Z membatalkan janji tersebut dengan alasan sakit. Merasa iba, mahasiswi berinisial A itu lantas keluar berbelanja kebutuhan kos bersama temannya. Setelah belanja, A lalu pergi ke tempat kos Z dengan niat besuk dan memberikan beberapa makanan.
Tetapi, ketika A tiba di tempat tinggal kekasihnya itu, ia tidak mendapati Z sedang beristirahat. Ia pun menelpon dan meminta agar Z segera pulang. Usut punya usut ternyata Z baru saja keluar dengan teman perempuannya. Cekcok antar keduanya terjadi. Karena tidak bisa menahan emosi, A lalu menusuk lengan kiri Z dengan pisau yang sudah ia beli sebelumnya.
“Korban meminta tolong dan pertengkaran keduanya dipisahkan warga. Sementara pihak perempuan dibawa ke Polsek Gayungan,” kata Kapolsek Gayungan AKP Edo Damara Yudha.
Pihak kepolisian lantas memproses A dengan undang-undang yang berlaku. Sementara Z sempat dirawat di rumah sakit terdekat. Setelah kondisinya membaik, Z meminta untuk dipertemukan dengan A. Pertemuan antar keduanya membuat Z memaafkan perbuatan A dan kasus diselesaikan dengan Restorative Justice (RJ).
“Keduanya (Z dan A) sepakat untuk berdamai. Bahkan mediasi itu diajukan oleh pihak Z sebagai korban,” jelas Edo. [ang/aje]
No comments: