Anggaran Rp20 Miliar Dialihkan, Revitalisasi Alun-Alun Ngawi Batal Demi Kejar Target Jalan Mantap 2026
Ngawi (beritajatim.com) – Rencana revitalisasi kawasan Alun-Alun Ngawi pada 2026 dipastikan tidak terlaksana. Pemerintah Kabupaten Ngawi mengalihkan anggaran sekitar Rp20 miliar yang semula diplot untuk penataan ruang publik tersebut ke sektor infrastruktur jalan dan perbaikan Pasar Hewan Ngawi.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menegaskan kebijakan itu diambil untuk mengejar target kemantapan jalan kabupaten yang ditetapkan tuntas pada 2026. Evaluasi terbaru menunjukkan masih ada sejumlah ruas yang membutuhkan penanganan segera agar seluruh jaringan jalan berada dalam kondisi mantap.
Ia merinci, pekerjaan prioritas mencakup pelebaran ruas Kedunggalar–Jati Gembol, khususnya dari simpang Jati Gembol hingga Dawung, Kecamatan Jogorogo. Perbaikan juga diarahkan pada jalur Soco–Dadapan, Kendung–Mangunharjo, Krawut, serta beberapa titik yang memerlukan penguatan sayap jembatan.
Jika seluruh pekerjaan tersebut rampung, tingkat kemantapan jalan kabupaten disebut akan mendekati 100 persen. Adapun dua ruas lain, yakni Karangjati–Rejuno dan Bangunrejo–Gembol Karanganyar, diusulkan masuk dalam skema Inpres Jalan Daerah (IJD) agar dapat ditangani pemerintah pusat. “Kalau dua ruas itu diambil alih pusat, capaian kita 100 persen. Kalau belum, paling tidak sudah di kisaran 98 persen,” ujarnya.
Selain infrastruktur jalan, sebagian dana sekitar Rp6 miliar dialokasikan untuk pembenahan Pasar Hewan Ngawi di Jalan Supriyadi, Desa Kandangan. Kondisi fasilitas pasar dinilai sudah tidak layak, terutama pada bagian lantai dan area penempatan ternak yang berisiko menyebabkan hewan terjatuh dan memengaruhi nilai jualnya.
Sebelumnya, pemkab berencana mempercantik alun-alun yang menjadi salah satu ruang terbuka terluas di Jawa Timur tersebut. Agenda penataan meliputi rehabilitasi trotoar untuk mendukung aktivitas olahraga warga, pembaruan lapangan basket, futsal, tenis, serta renovasi bangunan kafe di sisi timur kawasan.
Meski program penataan alun-alun ditunda, Ony memastikan pembangunan fasilitas publik tetap menjadi agenda lanjutan setelah target jalan mantap tercapai. Sejumlah proyek yang disiapkan antara lain pelebaran Jalan Ahmad Yani, peningkatan stadion, revitalisasi alun-alun, balai pemuda, serta sarana kesenian dan kebudayaan. [fiq/aje]
No comments: