Probolinggo (beritajatim.com) – Dugaan penipuan dengan modus layanan terapi kesehatan yang mengatasnamakan program Presiden Prabowo kembali memakan korban. Kali ini, pasangan suami istri di Kota Probolinggo harus kehilangan perhiasan emas seberat 20 gram dan uang tunai Rp7 juta setelah didatangi orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas pemerintahan.
Korban, Sairozi dan istrinya, warga Gang Pendekar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, menjadi sasaran pelaku pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Pelaku datang langsung ke rumah korban dengan narasi program pemeriksaan kesehatan dari Presiden sebagai bagian dari persyaratan kenaikan jabatan, dalih yang belakangan diduga kuat tidak berdasar.
Dengan memanfaatkan kepercayaan korban, pelaku berhasil masuk ke dalam rumah. Di lokasi, pelaku melakukan tindakan yang disebut sebagai terapi atau pemeriksaan kesehatan. Saat korban dalam kondisi lengah, pelaku diduga mengambil barang berharga milik korban, kemudian pergi tanpa menimbulkan kecurigaan berarti.
Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui. Tidak adanya surat tugas, identitas resmi, maupun pendamping dari instansi pemerintah menguatkan dugaan bahwa pelaku merupakan bagian dari modus penipuan yang terorganisasi dan menyasar warga secara acak, terutama pasangan lanjut usia atau penghuni rumah pada siang hari.
Korban memilih tidak banyak berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Tanya polisi saja, kami sudah laporan,” kata Sairozi singkat saat ditemui, Jumat (23/1/2026).
Kepolisian mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo Kota AKP Zaenal Arifin menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Laporan korban baru masuk kemarin dan sudah kami tindak lanjuti. Saat ini masih proses penyelidikan,” ujarnya melalui pesan singkat.
AKP Zaenal tidak menutup kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa. Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami pola kejadian, termasuk dugaan penggunaan nama Presiden untuk membangun legitimasi palsu di mata masyarakat.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas kesehatan atau aparatur negara tanpa kelengkapan administrasi resmi. Warga diminta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat sekaligus aparat terkait, mengingat modus pencatutan program pemerintah dinilai semakin berani dan sistematis, dengan menyasar ruang privat warga tanpa pengawasan langsung. (ada/but)
SUMBER : https://beritajatim.com/nekat-penipu-di-kota-probolinggo-catut-nama-presiden-prabowo
No comments: