Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mojokerto kembali menyalurkan bantuan Program Penebusan Ijazah bagi masyarakat kurang mampu. Tahun kedua pelaksanaan program ini, bantuan yang disalurkan mencapai Rp585 juta untuk 247 siswa atau wali murid dari 98 sekolah.
Penyaluran bantuan berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto. Program tersebut menyasar lulusan SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA sederajat yang ijazahnya masih tertahan karena kendala ekonomi. Dari 247 penerima, sebanyak 131 merupakan lulusan SMA sederajat yang masing-masing mendapatkan bantuan Rp2,5 juta.
Kemudian 88 penerima berasal dari jenjang SMP sederajat dengan bantuan Rp1,5 juta per orang, serta 28 penerima dari jenjang MI sederajat yang masing-masing memperoleh Rp800 ribu.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra mengapresiasi para muzakki, khususnya ASN di lingkungan Pemkab Mojokerto serta masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas Kabupaten Mojokerto. “Pendidikan adalah jalur paling singkat untuk meningkatkan taraf hidup dan strata sosial keluarga,” ungkapnya, Jumat (21/8/2026).
Gus Barra (sapaan akrab, red) berharap ijazah yang telah ditebus membuat terus bersemangat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi atau mendapatkan pekerjaan yang layak. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran penting dalam memutus mata rantai kemiskinan dan pengangguran.
“Karena itu, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan masa depan. Kami tidak ingin ada anak-anak kita yang terhenti langkahnya hanya karena persoalan biaya. Karena itu, program seperti ini harus terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, Baznas, sekolah, orang tua, dan seluruh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad mengatakan, Program Penebusan Ijazah merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membuka kembali kesempatan bagi anak-anak yang sempat terkendala biaya pendidikan. “Program ini lahir dari kepedulian mendalam Bapak Bupati terhadap warga yang kurang mampu,” tambahnya.
Zamroni menjelaskan, total bantuan Rp585 juta tersebut bersumber dari Rp485 juta dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para ASN di lingkungan Pemkab Mojokerto. Sementara Rp100 juta lainnya merupakan dukungan dari Perumdam Majapahit. Baznas Kabupaten Mojokerto akan terus mengoptimalkan pengelolaan dana ZIS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain penebusan ijazah, dana ZIS juga digunakan untuk berbagai program sosial, di antaranya bantuan modal dan alat usaha bagi pelaku UMKM serta program bedah rumah. Pemkab Mojokerto juga mendorong Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, dan orang tua untuk memperkuat koordinasi dalam mendata anak-anak yang membutuhkan bantuan pendidikan.
Dengan pendataan yang lebih baik, bantuan diharapkan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran. Pemkab Mojokerto juga akan terus mengevaluasi kemampuan anggaran daerah agar kuantitas maupun kualitas program bantuan pendidikan dapat ditingkatkan pada masa mendatang.
“Terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Kepada anak-anakku para penerima manfaat, selamat atas ijazah yang telah diterima. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita kalian,” pungkasnya. [tin/but]
SUMBER : https://beritajatim.com/tebus-ijazah-247-siswa-kurang-mampu-pemkab-mojokerto-salurkan-rp585-juta
BEDCOVER HAWAI 180 X 200 DAMIRA
Baca Juga :
- Enam Pesan Presiden Prabowo ke Polri di Hari Bhayangkara
- Sembunyikan 624 Pil Dobel L di Organ Intim, Wanita di Blitar Ini Ternyata Sudah 2 Kali Beraksi
No comments: