Surabaya (beritajatim.com) – Sempat menyandang status buron selama dua minggu, Laurens Lekatompessy alias pace menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya.
Diketahui, Pace merupakan salah satu pelaku yang diduga terlibat dalam pembacokan dua petugas parkir Ambyar Super Club Surabaya, Minggu (9/8/226) lalu.
Ketua Maluku Satu Rasa (M1R) Surabaya Baharudin Umasugi mengatakan, penyerahan diri itu merupakan inisiatif dan bentuk pertanggungjawaban dari Pace. Ia menjelaskan jika sebelumnya ada pengurus M1R yang ditelepon pribadi oleh pace. Dalam komunikasi tersebut, pace meminta bantuan untuk diantar menyerahkan diri ke polisi.
“Jadi saudara kami (pace) datang atas kesadaran sendiri dan meminta bantuan untuk diantar ke Polrestabes Surabaya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan yang dilakukan,” kata Udin, Minggu (9/8/2026) malam.
Pengurus M1R yang dihubungi oleh Pace pun segera berkoordinasi dengan Udin. Setelah melakukan sejumlah persiapan, Udin bersama sejumlah pengurus M1R pun memenuhi permintaaan Pace yang meminta agar dijemput di Jakarta.
“Setelah kita jemput, lalu kita bawa ke Surabaya. Ketika pertama kali datang ke Surabaya langsung kita antar ke Polrestabes Surabaya untuk selanjutnya menjalani proses hukum seperti ketentuan yang berlaku,” jelas Udin.
Penyerahan diri Laurens alis Pace membuat tugas polisi dalam memburu pelaku kasus pembacokan petugas parkir di Ambyar Super Club Surabaya selesai. Sebelumnya polisi telah menetapkan dua tersangka Laurens dan Stenly atas peristiwa tersebut.
Diketahui sebelumnya, peristiwa itu bermula dari penagihan yang dilakukan SL bersama tiga rekannya di parkiran Ambyar Superclub Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Saat itu, SL melihat debitur yang bermasalah berinisial WI hendak pulang mengendarai mobil yang menjadi jaminan. SL pun berdebat dengan WI. Karena cekcok itu, pihak keamanan yang juga anggota PSHT lantas terlibat.
Empat orang DC yang mulanya hendak menarik mobil WI lantas cekcok dengan sejumlah petugas keamanan yang didominasi anggota PSHT. Entah apa yang memicu, kelompok PSHT lantas melakukan pengeroyokan terhadap empat DC itu.
Karena kalah jumlah, empat DC mundur sejenak dan kembali datang dengan jumlah massa yang lebih banyak. Bentrokan antara kelompok SL dan anggota PSHT yang bekerja sebagai petugas keamanan pun pecah. Dua orang dari PSHT berinisial FE dan DI terluka akibat sabetan senjata tajam. (ang/ted)
Baca Juga :
- Enam Pesan Presiden Prabowo ke Polri di Hari Bhayangkara
- Sembunyikan 624 Pil Dobel L di Organ Intim, Wanita di Blitar Ini Ternyata Sudah 2 Kali Beraksi
No comments: