Ringkasan Berita:
- Kebakaran hebat melanda tempat penggilingan biji plastik dan gudang barang bekas milik Ali Kuswanto di Dusun Murukan, Mojoagung, Jombang, pada Senin malam (17/8/2026).
- Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum padam, lalu menyambar tumpukan rongsokan dan bahan plastik yang mudah terbakar hingga menghanguskan bangunan serta barang siap kirim.
- Petugas Damkar Mojoagung berjibaku selama tiga jam untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa, namun pemilik usaha mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Jombang (beritajatim.com) – Malam perayaan kemerdekaan yang seharusnya dipenuhi suasana bahagia, justru berubah menjadi kepanikan bagi warga Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Saat sebagian masyarakat masih menikmati suasana 17 Agustus, kobaran api tiba-tiba membesar dan melahap sebuah tempat usaha penggilingan biji plastik serta gudang barang bekas.
Angin malam yang bertiup kencang membuat api dengan cepat menjalar dari satu titik ke titik lainnya. Dalam sekejap, jilatan si jago merah menyambar tumpukan rongsokan yang mudah terbakar. Asap hitam pekat membumbung tinggi, membuat warga sekitar panik melihat kobaran api yang semakin membesar.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Senin malam (17/8/2026) dan menimpa tempat usaha milik Ali Kuswanto (47), yang berada di Dusun Murukan. Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah di sekitar lokasi yang belum sepenuhnya padam, kemudian menyambar material rongsokan dan bahan plastik yang berada di dekatnya.
Bangunan usaha dengan luas sekitar 50 x 30 meter persegi tersebut tidak mampu bertahan dari ganasnya api. Selain menghanguskan area penggilingan dan gudang barang bekas, kobaran api juga membakar bahan jadi plastik yang telah disiapkan untuk dikirim kepada pelanggan.
Mengetahui tempat usahanya terbakar, Ali Kuswanto langsung mendatangi lokasi. Namun, besarnya kobaran api membuat proses penyelamatan barang sulit dilakukan. Api yang terus membesar membuat suasana semakin mencekam.
Laporan kebakaran kemudian diterima oleh petugas Pemadam Kebakaran Pos Mojoagung. Petugas segera menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan dua kendaraan suplai untuk melakukan pemadaman.
Upaya pemadaman berlangsung tidak mudah. Petugas sempat mengalami kendala karena sumber air di sekitar lokasi kebakaran sulit didapatkan. Kobaran api yang melalap material mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu hingga sekitar tiga jam.
![]() |
| Gabung Shopee Affilate |
Komandan Regu Pos Damkar Mojoagung, Mukhlisin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api dari bangunan penggilingan barang bekas. “Yang terbakar tempat penggilingan biji plastik dan bangunan,” kata Mukhlisin.
Menurutnya, api diduga berasal dari pembakaran sampah di dekat lokasi yang lupa dipadamkan, kemudian menyambar barang-barang yang mudah terbakar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran ini meninggalkan kerugian besar bagi pemilik usaha. Ali Kuswanto diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar Rp100 juta akibat bangunan, rongsokan, dan bahan plastik siap kirim yang hangus terbakar.
Malam kemerdekaan yang seharusnya menjadi momen penuh sukacita, berubah menjadi malam penuh duka bagi satu keluarga di Mojoagung. Api memang telah padam, namun kerugian dan perjuangan untuk bangkit kembali masih harus dihadapi pemilik usaha. [suf]
BEDCOVER ROSANNA VITO POLOS 120 X 200
SELIMUT JOVANKA 160 X 200 TRINITY GARDEN
Baca Juga :

No comments: