Blitar (beritajatim.com) — Kelalaian kecil berujung petaka. Sebuah insiden kebakaran hebat melanda sebuah tempat usaha sekaligus hunian warga di Dusun Sembung Dusun Sumbernanas, Kesamben Kabupaten Blitar pada Rabu (5/8/2026) pagi hari.
Bahkan, kebakaran hebat ini mengakibatkan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak terbakar. Dari informasi sementara, sang ibu dilaporkan menderita luka bakar paling parah.
Tragedi ini dipicu oleh kobaran api dari tungku penggorengan yang secara tidak sengaja menyambar uap bensin eceran yang tengah dijual oleh keluarga tersebut.
Pamapta Polres Blitar, Ipda Yuda Rahman Prawira Utama, mengonfirmasi insiden memilukan ini saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ia menjelaskan bahwa kepolisian menerima laporan darurat saat masyarakat baru saja memulai aktivitas paginya.
“Kami menerima laporan kejadian kebakaran ini melalui saluran Call Center 110 tepat pada pukul 05.28 WIB. Merespons laporan tersebut, kami segera berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) dan tiba di lokasi pada pukul 06.00 WIB,” ujar Ipda Yuda.
Untuk menjinakkan kobaran api dan mengamankan lokasi yang rawan, tim gabungan diterjunkan secara masif. Operasi pemadaman dan pengamanan ini melibatkan dua unit armada Pemadam Kebakaran, tim Inafis Polres Blitar guna olah TKP, serta jajaran Pamapta dan personel Sabhara yang tengah piket.
Lebih lanjut, Ipda Yuda membeberkan kronologi yang mengarah pada terjadinya kebakaran. Hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya korelasi fatal antara aktivitas berjualan bensin dan aktivitas dapur yang dilakukan dalam radius yang berdekatan.
“Penyebab utamanya bermula dari aktivitas korban yang merupakan pedagang bensin eceran. Saat kejadian, sang anak sedang melayani pembeli bensin (pengendara). Di saat yang bersamaan, ibunya tanpa sengaja menyulut api untuk keperluan memasak gorengan,” papar Ipda Yuda.
![]() |
| Cek Blender Philips HR2106 Putih - Desain Elegan, Pisau Tahan Lama, Mudah Dibersihkan dengan harga Rp225.750. Dapatkan di Shopee sekarang! |
Diduga kuat, uap dari bahan bakar minyak yang sangat mudah terbakar merambat dengan cepat dan tersambar oleh percikan api dari tungku penggorengan. Api pun seketika membesar dan menjebak ketiga anggota keluarga tersebut.
Akibat insiden ini, ketiga anggota keluarga yakni suami, istri, dan anak harus dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar yang diderita.
“Informasi awal, korban ada tiga orang. Dari ketiganya, luka bakar paling parah dialami oleh pihak istri,” tambah Ipda Yuda dengan raut prihatin.
Beruntung, respons cepat dari tim pemadam kebakaran berhasil mencegah musibah ini meluas ke bangunan di sekitarnya. Api dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 07.00 WIB, atau memakan waktu penanganan kurang lebih satu jam sejak tim tiba di lokasi.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan bahan bakar eceran. Menempatkan sumber api, seperti kompor atau tungku, berdekatan dengan area penyimpanan bahan bakar adalah risiko tinggi yang nyawanya bisa dibayar dengan sangat mahal.
Kini, pihak kepolisian melalui unit Inafis masih terus melakukan pendalaman di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada faktor lain di balik musibah tersebut. (owi/aje)

No comments: