Ponorogo (beritajatim.com) – Tragedi memilukan menimpa empat orang anak yang ditemukan meninggal dunia usai tenggelam di aliran sungai Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo pada Jumat (6/2/2026). Peristiwa maut tersebut terjadi di kawasan sungai yang terletak di bawah bukit dan jauh dari jangkauan permukiman warga setempat.
Keempat korban terdiri dari tiga anak perempuan yang masih menempuh pendidikan anak usia dini (PAUD/TK) serta satu anak laki-laki yang duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Isak tangis menyelimuti lingkungan tempat tinggal korban karena seluruh anak yang meninggal dunia tersebut masih terikat hubungan kekerabatan yang sangat erat.
Upaya evakuasi dilakukan langsung oleh pihak keluarga tak lama setelah menyadari keberadaan anak-anak tersebut di dalam aliran sungai. Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Jambon guna mendapatkan pertolongan medis darurat, namun nyawa mereka dinyatakan tidak tertolong.
Modin Desa Sidoharjo, Suwarto, memberikan konfirmasi mengenai kebenaran identitas para korban yang seluruhnya merupakan warga satu lingkungan. Ia menyebutkan bahwa sungai tempat kejadian sebenarnya merupakan area penampungan air atau “belik” yang tenang jika tidak ada aliran air dari gunung.
“Ya sungainya itu kalau tidak ada hujan atau dari gunung yang tidak mengalir. Ya tenggelam dibelik gitu. Total 4 anak, perempuan 3 usia PAUD/TK dan 1 laki-laki kelas 1 SD,” kata Suwarto pada Jumat (6/2/2026).
Hingga saat ini, kronologi pasti mengenai awal mula kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena minimnya saksi mata di lokasi yang terpencil. Pihak perangkat desa belum bisa memintai keterangan lebih lanjut dari orang tua korban karena kondisi keluarga yang masih mengalami guncangan psikologis.
“Itu nggak ada yang tahu, yang tahu mungkin ortunya, tapi belum bisa dikonfirmasi,” jelas Suwarto saat memaparkan kendala dalam menghimpun informasi awal terkait waktu pasti insiden tersebut.
Proses penyelamatan murni dilakukan oleh pihak keluarga sebelum akhirnya warga membantu membawa para korban menuju puskesmas terdekat. Namun, saat dievakuasi dari dasar sungai, kondisi anak-anak tersebut dilaporkan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Yang nolong juga ortu. Dibawa ke sini (Puskesmas Jambon-red) sudah meninggal,” imbuh Suwarto menggambarkan situasi pilu saat proses evakuasi berlangsung.
Lokasi sungai yang menjadi titik tragedi dikenal cukup sulit dijangkau karena berada di dasar bukit serta dikelilingi oleh jurang yang curam. Jaraknya yang jauh dari permukiman warga membuat aktivitas keempat bocah tersebut tidak terpantau oleh masyarakat sekitar sebelum musibah terjadi.
“Lokasinya di bawah bukit, bawah jurang. Masuk dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo,” kata Suwarto memberikan rincian geografis lokasi sungai yang menjadi saksi bisu tragedi tersebut.
Seluruh warga desa kini berkumpul di rumah duka untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. “Masih saudara semua, satu lingkungan,” pungkas Suwarto. [end/beq]
SUMBER : https://beritajatim.com/tragedi-sungai-ponorogo-empat-bocah-bersaudara-tewas-tenggelam-di-jambon
No comments: