Bangkalan (beritajatim.com) – Misteri hilangnya seorang santri perempuan korban dugaan pencabulan di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengundang tanda tanya besar.
Sudah 14 hari berlalu atau dua pekan sejak korban dinyatakan hilang dan keberadaannya hingga kini belum juga terungkap.
Keluarga korban menduga kuat hilangnya santri tersebut berkaitan langsung dengan laporan dugaan pencabulan yang menyeret dua anak kiai pengasuh pesantren.
Dugaan ini menguat setelah korban dilaporkan menghilang tak lama usai keluarga melaporkan salah satu terduga pelaku berinisial S ke Polda Jawa Timur.
Fitriyah, bibi korban, menyebut sejak laporan polisi dilayangkan, pihak pesantren justru berulang kali mendatangi keluarga dengan maksud melamar korban.
“Setelah S dilaporkan, pihak ponpes datang terus ingin melamar. Sudah sampai lima kali, tapi selalu kami tolak,” kata Fitriyah, Rabu (21/01/2026).
Menurutnya, desakan lamaran tersebut menimbulkan kecurigaan kuat bahwa ada upaya sistematis untuk meredam kasus hukum yang tengah berjalan.
Dugaan semakin menguat karena sesaat sebelum korban menghilang, dua orang santri lain sempat mendatangi korban dan mengaku diutus oleh S.
Tak hanya itu, Fitriyah mengungkapkan fakta mengejutkan lain, yakni korban dugaan pencabulan diduga tidak hanya satu orang. Pihak keluarga mengaku telah mendatangi sedikitnya lima korban lain, namun seluruhnya enggan melapor ke aparat penegak hukum.
“Ada banyak korban, tapi sebagian besar orang tuanya takut atau tidak mau melapor,” ujarnya.
Korban yang kini hilang juga disebut sebagai saksi kunci yang mengetahui rangkaian dugaan kekerasan seksual di lingkungan pesantren tersebut. Hilangnya korban pun dinilai semakin menghambat pengungkapan kasus secara menyeluruh.
Kecurigaan keluarga semakin memuncak setelah mendapati kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban tidak merekam peristiwa saat korban pergi.
“CCTV yang biasanya aktif justru tidak merekam pada jam keponakan saya hilang. Ini sangat janggal dan kami menduga sudah direncanakan,” kata Fitriyah.
Korban diketahui menghilang pada Rabu (7/01/2026) dini hari atau beberapa hari setelah laporan terhadap S masuk ke Polda Jatim.
Sebelumnya, keluarga lebih dulu melaporkan terduga pelaku lain berinisial UF, kakak S, yang juga merupakan anak kiai pengasuh pesantren.
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa korban diduga mengalami pencabulan oleh lebih dari satu pelaku, sehingga laporan terhadap S dibuat dalam berkas terpisah.
Kini, keluarga korban hanya berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kondisi keluarga disebut kian memprihatinkan karena orang tua dan nenek korban jatuh sakit akibat tekanan psikologis yang berkepanjangan.
“Kami hanya ingin dia ditemukan. Orang tuanya sakit, neneknya juga drop,” tutup Fitriyah. [sar/but]
SUMBER : https://beritajatim.com/santri-korban-dugaan-pencabulan-di-bangkalan-hilang-dua-pekan
No comments: