JATIM TERPOPULER Relawan Prabowo-Gibran Ditembak OTK - Perempuan Sidoarjo Cuci Darah Harus Pindah RS
TRIBUNJATIM.COM - Selamat pagi pembaca setia TribunJatim.com.
Bagaimana kabar kalian di hari Rabu pagi yang cerah ini?
Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Sebelum memulai aktivitas, simak dulu yuk berbagai kabar terbaru dan berita terpopuler Jatim paling menyita perhatian yang datang dari wilayah Jawa Timur.
Berita pertama diawali dengan kabar dari seorang perempuan asal Sidoarjo yang bercerita bahwa ayahnya yang seminggu dua kali cuci darah di RS Anwar Medika Sidoarjo, harus pindah rumah sakit lain
Lebih lanjut soal kasus penembakan relawan Prabowo Gibran.
Muarah tertembak belum bisa gerakkan kakinya meskipun sudah menjalani operasi.
Muarah mengalami luka tembak di dua bagian tubuh, yakni punggung belakang dan punggung samping.
Hingga kabar terakhir soal kecelakaan beruntun mobil Cerry yang tabrak truk di Jalan Raya Jember-Ambulu Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember.
Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Rabu, 27 Desember 2023 di TribunJatim.com.
1. Perempuan Sidoarjo Mengeluh Cuci Darah Rutin Harus Pindah Rumah Sakit, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan
Seorang perempuan mengeluh di akun media sosialnya. Sambil menangis, dia bercerita bahwa ayahnya yang seminggu dua kali cuci darah di RS Anwar Medika Sidoarjo, harus pindah rumah sakit lain. (TribunJatim.com/M Taufik)
Seorang perempuan mengeluh di akun media sosialnya.
Sambil menangis, dia bercerita bahwa ayahnya yang seminggu dua kali cuci darah di RS Anwar Medika Sidoarjo, harus pindah rumah sakit lain.
Penyebabnya, RS Anwar Medika tidak lagi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Dan sejak Januari 2024 besok, rumah sakit itu tidak bisa menerima pasien BPJS Kesehatan.
"Tanggal 22 Desember kami dikontak rumah sakit bahwa per tanggal 1 Januari 2024 BPJS Kesehatan sudah tidak bekerjasama lagi dengan rumah sakit tersebut," ujar perempuan itu di media sosialnya.
Dia dan keluarga mengaku bingung. Sudah dua tahun ayahnya yang pensiunan PNS itu cuci darah di sana, setiap minggu dua kali.
"Kami memang punya rumah dan punya kendaraan. Tapi untuk biaya Rp 1 juta setiap kali cuci darah, berarti Rp 8 juta setiap bulan. uang dari mana," keluhnya.
Dia berharap pemerintah merespon aduan ini. karena bukan hanya ayahnya saja, di rumah sakit itu ada sekira 180 pasien cuci darah.
Dikonfirmasi terkait hal ini, BPJS Kesehatan Sidarjo mengakui bahwa terhitung 1 Januari 2024 memang pihaknya sudah tidak bekerjasama lagi dengan RS Anwar Medika.
"Kita terus berusaha memastikan pelayanan peserta mendapat layanan mudah, cepat dan setara. Untuk upaya itu, BPJS Kesehatan ada tahapan seleksi ke seluruh faskes yang hendak bekerjasama kembali," ungkap Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Sidoarjo Dody Widodo, Selasa (26/12/2023).
Apabila satu pihak tidak memenuhi klausul dalam kesepakatan, konsekwensinya memang putus kontrak.
Sayangnya, dia tidak bersedia menyebutkan klausul apa yang tidak bisa dipenuhi oleh Anwar Media.
"Keputusan itu memang cukup berat. Tapi mohon maaf, kami tidak bisa menyampaikan klausul yang tidak terpenuhi itu," jawab Dody.
Terkait dengan pasien cuci darah di RS Anwar Medika, disebutnya terdata ada 175 orang.
Semua sudah dihubungi oleh BPJS Kesehatan untuk pemindahan ke rumah sakit lain. Bisa ke RSUD Sidoarjo, Siti Hajar, Delta Surya, dan sebagainya.
2. Nasib Relawan Prabowo-Gibran yang Ditembak Alami Kelumpuhan, Luka di Dua Bagian Tubuh
Keluarga Muara (50) saat berada di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, Madura, pasca mengalami penembakan, Jumat (22/12/2023). Muara merupakan tokoh agama sekaligus relawan Prabowo-Gibran yang menjadi korban penembakan di Dusun Mandeman Daya, Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura. (Tribun Jatim Network/Hanggara Syahputra)
Relawan Prabowo Gibran, Muara yang tertembak belum bisa gerakkan kakinya meskipun sudah menjalani operasi.
Muarah mengalami luka tembak di dua bagian tubuh, yakni punggung belakang dan punggung samping.
Kepala IGD RSU dr Soetomo, dr M Hardian Basuki SpOT(K) menjelaskan Muara sudah mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya, meskipun dalam kondisi stabil saat dirujuk ke RSUD Dr Soetomo pada Jumat (22/12/2023) lalu.
Dokter Hardian mengungkapkan, kelumpuhan yang terjadi pada korban lantaran peluru mengenai tulang belakang.
“Jadi, kemungkinan besar saraf tulang belakang yang berfungsi untuk memberikan perintah menggerakkan kedua kaki terkena tembakan,” ungkapnya.
Untuk itu, evaluasi masih terus dilakukan usai operasi, pasalnya hingga saat ini pasien belum bisa menggerakkan kedua kakinya.
“Kami lakukan evaluasi bertahap, biasanya pasca operasi tulang belakang ada proses latihan duduk, mungkin butuh korset atau latihan duduk,” jelasnya.
3. Keluarga Dua Musisi yang Tewas usai Tenggak Minuman Keras di Hotel Menolak Autopsi : Sudah Takdir
Polisi dan keluarga korban menunggu jenazah Indro di kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya (TRIBUNJATIM.COM/TONY HERMAWAN)
Saling menangis dan memeluk terlihat ketika istri Indro Purnomo dan William Rafly bertemu di kamar mayat dr Soetomo, Selasa (26/12/2023).
Suami mereka mengalami nasib naas.
Setelah menenggak minuman keras di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel, Surabaya masuk rumah sakit, lalu beberapa hari kemudian meninggal dunia.
Kejadian fatal itu juga dialami teman mereka, Reza.
Jenazah yang satu itu sudah lebih dulu disemayamkan. Kematian tiga orang ini diyakini polisi banyak hal yang janggal.
Oleh karena itu, polisi berusaha melakukan autopsi dua jenazah yang belum disemayamkan pihak keluarga.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendro Sukmono mengatakan, kronologi insiden ini bermula satu band beranggota sembilan orang menenggak minuman keras bersama-sama.
Dari sembilan orang itu, tiga orang meninggal dunia.
zoom-inlihat fotoJATIM TERPOPULER Relawan Prabowo-Gibran Ditembak OTK - Perempuan Sidoarjo Cuci Darah Harus Pindah RS
Tribun Jatim Network/Hanggara Syahputra dan TribunJatim.com/M Taufik
4 berita terpopuler Jatim Rabu, 27 Desember 2023 di TribunJatim.com.
Oleh karena itu, polisi berusaha melakukan autopsi dua jenazah yang belum disemayamkan pihak keluarga.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendro Sukmono mengatakan, kronologi insiden ini bermula satu band beranggota sembilan orang menenggak minuman keras bersama-sama.
Dari sembilan orang itu, tiga orang meninggal dunia.
Polisi saat itu berharap jenazah korban Indro Purnomo juga bisa dilakukan autopsi.
Akan tetapi, pihak keluarga menolak. Fatmawati, istri Indro Purnomo menyimpulkan insiden ini sudah menjadi bagian takdir.
"Saya sudah jelas penyebab suami saya meninggal ya karena di tubuhnya ada zat yang membahayakan (alkohol). Saya kasihan kalau jenazah suami saya dibuka-dibuka tapi ternyata tidak ada tindak lanjut apa-apa dari polisi," ujarnya.
Polisi tentu saja tidak bisa memaksa kehendak keluarga korban Indro Purnomo.
Namun, satuan tersebut berkomitmen untuk menyelidiki kasus hingga penyebab tiga korban meninggal dunia bisa diketahui.
Bobby, salah seorang yang sempat pesta miras mengatakan, minuman racikan bartender Bar Lounge Vasa Hotel memang cukup keras.
Hingga empat hari mulutnya masih terasa panas. Dia berpendapat atas nama kemanusiaan polisi harus melakukan penyelidikan hingga tuntas.
4. Detik-detik Kecelakaan Beruntun di Jember, Sopir Truk: Tidak Sempat Ngerem
Kondisi Truk usai tabrakan beruntun di Jalan Raya Jember-Ambulu Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Jember (tribunjatim.com/Imam Nawawi)
Kecelakaan beruntun mobil Cerry tabrak truk di Jalan Raya Jember-Ambulu Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember, masih diselidiki oleh polisi.
Pandoyo, Sopir Truk mengungkapkan detik-detik kecelakaan beruntun tersebut, awalnya kendaraannya berjalan dari arah Kecamatan Ambulu menuju Jember Kota.
"Saat itu dari arah berlawanan ada mobil Carry, terus tiba-tiba mobil carry tersebut oleng ke kanan sampai melewati garis markah. Saya tidak sempat saya ngerem, terus nabrak," ujarnya saat ditemui awak media di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Kemuningsari Kidul Jember, Selasa (26/12/2023).
Menurutnya, saat menabrak body depan mobil carry itu. Truknya langsung terguling dan menyerempet kendaraan lain.
"Terus truk saya terbalik. Sementara mobil Taf (Jeep) dibelakang mobil Carry itu kena (senggol truk) body depannya. Karena juga tidak sempat ngerem," kata Pandoyo.
Sopir Truk asal Desa Pontang Kecamatan Ambulu Jember ini mengungkapkan,saat insiden kecelakaan beruntun terjadi. Kebetulan lalu lintas kendaraan tergolong sepi.
"Arus lalu lintas sepi. Saat kejadian itu saya memuat mie instan goreng dan juga soto untuk dikirim ke daerah Jember kota," ungkap pandoyo.
Sebatas informasi, Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil Carry, Truk dan Jeep di Jalan Raya depan Gudang Tembakau Gongsin Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Jember ini, mengakibatkan 12 orang mengalami luka-luka.
Evaluasi Mobil Jeep yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Jember-Ambulu (tribunjatim.com/Imam Nawawi)
Supar saksi mata mengatakan 12 penumpang yang mengendari tiga kendaraan tersebut tidak mengalami luka serius. Bahkan sebagain dari mereka masih anak anak.
"Khususnya sopir mobil Carry, paling parah. Dan dari 12 penumpang itu ada anak kecilnya," ungkap Warga Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Jember ini.
Kanit Laka Satlantas Polres Jember Iptu Edy Purwanto belum bisa dikonfirmasi soal kecelakaan tersebut. Bahkan pesan singkat via whatsapp dari wartawan media ini juga belum di balas. Hingga berita ditayangkan
No comments: